Ada sejumlah hal dalam dunia properti yang akan menjadi tren di Indonesia. Salah satunya adalah rumah mikro.

Hal itu diungkapkan oleh Country General Manager Rumah123.com, Ignatius Untung. Selain rumah mikro, co-living dan decoration bakal menjadi tren di masa depan.

Untung menjadi salah satu pembicara dalam diskusi panel acara Rumah123.com Property Outlook 2019, Proyeksi Arah Properti 2019 dengan tema “Memanfaatkan Kesempatan untuk Bertahan di Tahun 2019” yang berlangsung di Jakarta beberapa waktu lalu.

“Rumah kecil bakal tren karena keterbatasan lahan. Culture Indonesia, belum suka apartemen. Orang masih ingin punya rumah. Belum punya properti kalau belum injak tanah,” ujar Untung.

“Micro house ini di bawah 70 meter persegi, kira-kira 40-50 meter persegi. Tetapi, bukan RSS (rumah sangat sederhana) ya. Hal ini sudah terjadi di Jepang. Ini akan segera terjadi Indonesia,” lanjutnya.

Saat ini, rumah terkecil yang dipasarkan di Indonesia memiliki luas tanah 60 meter persegi dengan luas bangunan 21 meter persegi. Jadi bisa dibayangkan rumah dengan luas lebih kecil lagi?

Tren rumah mikro memang sudah terjadi di Amerika Serikat lantaran harga properti yang semakin mahal. Selain itu, generasi milenial memang menginginkan hunian yang kecil lantaran hemat dalam perawatan.

Tren ini juga terjadi di Jepang. Lahan di negara ini memang terbatas dan mahal. Rumah mikro menjadi pilihan untuk menyiasati kedua hal tersebut.

Meski kecil, namun rumah mikro ini bukan rumah sangat sederhana lho. Hunian mungil ini memiliki desain yang bagus, baik desain eksterior maupun desain interior.

Hmm, kira-kira kalau kamu punya rumah dengan ukuran 40 meter persegi, kamu sudah siap belum? Truz kamu mau merancang dengan desain interior seperti apa?


Sumber: artikel.rumah123.com
Kategori: Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *