Siang itu saya janjian dengan seorang teman di sebuah restoran Jepang di kawasan Kuningan. Sebut saja namanya Ananta (bukan nama sebenarnya), seorang CEO sebuah bank ternama di Indonesia. Pada usianya yang sudah mendekati 60 , Ananta masih kelihatan fresh, sehat, berenergi dan terutama perform dengan cemerlang terus menerus di dalam bisnis yang dipimpinnya.

Bank yang dia pimpin baru saja menyelesaikan transformasi digital dan terus menerus melahirkan inovasi yang terdepan. Sebelum menjadi CEO di Indonesia, Ananta pernah menjadi CEO di tiga negara yang berbeda. Saya mengaguminya karena staminanya (both stamina fisik dan stamina mental). Pada usianya, Ananta masih bekerja dari pagi sampai malam, seringkali masih ikut dinner official bersama customer, bersama pejabat pemerintah atau di kedutaan-kedutaan.

Padahal kita tahu, sebagai seorang CEO tentunya pressure dan stress yang dialami tentu saja sangat besar. Dalam bisnisnya Ananta harus menghadapi kompetisi yang challenging, regulasi yang berganti-ganti, trend teknologi , dan juga internal alignment dan engagement yang semuanya harus dikendalikan.

How did he do that?
Bagaimana Ananta mampu melakukan semuanya dan bahkan kariernya menanjak terus pada usianya yang mendekati usia 60 tahun?

Hobby dan habit nya Ananta adalah lari. Dua kali seminggu dia akan lari sebelum dia memulai kegiatannya. Dan ternyata ini membuatnya sehat, fresh, berenergy dan meningkatkan ketahanan fisik dan mentalnya.

Semua tahu bahwa hidup ini bukanlah lari sprint, yang cuma 100 meter, di mana kita hanya lari 100 meter selama 10 detik, setelah itu terengah-engah pingsan. Hidup ini adalah perjalanan panjang selama berpuluh-puluh tahun untuk mengarungi semua tahapan tahapan dalam hidup.

Jadi kita harus pintar-pintar untuk untuk mengatur stamina kita, menambah energi yang kita punya, menghadapi semua ujian yang kita lalui, dan meningkatkan kompetensi yanh menjadi modal untuk perjalanan hidup kita ke depannya. Itulah yang saya pelajari dari Ananta. Itulah mengapa pada usianya yang mendekati 60 tahun, Ananta masih sehat, fresh, bernergi dan perform terus dalam kariernya.

Apakah kita ingin menjadi seperti Ananta? Saya mengamati lima hal ini dalam habit dan behavioral pattern Ananta. Kita bahas satu persatu , semoga kita bisa belajar darinya:

a) Enthousiasm

Ananta sangat entusias menjalani hidupnya, menjalankan bisnisnya , menghabiskan waktu bersama keluarganya dan menjalankan ibadahnya. Kita bisa melihat entusias itu terpancar dari wajahnya pada saat kita berbicara dengannya. Semangat hidup, passion dan kegigihan terpancar dari wajahnya. Itu modal awal untuk menjalani kehidupan dengan semangat!

Ananta enjoy banking industry, he lives the banking world for all his career. Dan dia bisa bercerita tentang banking selama berjam-jam dengan penuh semangat. Are you enthousiast wiith what you do do now? If yes, great then move on. Otherwose you might want to change and adapt your life to find your passion.

b) Emotional Intelligence

Sebagai seorang CEO Ananta banyak berhubungan dengan orang lain. Dan di sinilah kemampuan untuk mempengaruhi (influencing) menjadi penting.
Ananta sangat jago dalam hal 
– Understanding himself
– Understanding others
– Influencing others
Dan itu hanya bisa tercapai kalau kita meningkatkan emotional intelligence kita.
What is your emotional intelligence level? What do you do to improve it?

c) Energy

Ananta makan sehat, hidup sehat dan berlari secara teratur. Itu membuatnya sehat, jarang sakit, segar, fresh dan selalu bersemangat menghadapi hidupnya.

Selain pekerjaan anda, apa yang anda lalukan untuk menge-“charge” energy pada kehidupan anda? 
Apa yang anda lakukan pada saat anda lelah? Apa yang anda lakukan pada saat anda stress?
Jangan takut atau khawatir kalau anda stress atau sedih?

Kehidupan memang di design seperti roller coaster, kadang naik , kadang turun. Kuncinya adalah, what do you do to motivate yourself when you are “down”? Becase the only person who can motivate you is yourself!

d) Excellence

Being excellent in what you do. Ini memerlukan kompetensi, karakter dan profesionalisme. Ananta percaya bahwa semua strategy itu bagus, tapi yang lebih penting adalah implementasinya. Di sinilah dia berbeda dengan yang lain. Dia sangat disiplin mengimplementasikan semua projectnya sampai mendapatkan business result yang significant.

Discipline, character and profesionalism, those are the key words.

e) Edge

What keep you on the edge? Apa yang membedakan anda dengan yang lain? What are your competitive advantage. Ananta selalu belajar dari buku, seminar dan dari orang lain.

Satu hal yang saya paling suka dari Ananta adalah pada saat dia memanggil staff yang jauh lebih muda daripada dia, tetapi mungkin menguasai suatu bidang baru, digital marketing, new regulations, retention strategy atau apapun. Dan kemudian dia bilang,”Make me smarter”

Dan dia pun mendengarkan anak muda itu selama berjam-jam. Saya menamakan konsep ini “reverse coaching” di mana seorang yang lebih senior belajar dari juniornya.
The question is what do you to make you smarter everyday, what do you to improve your competences?

Jadi ingat ya, agar terus menerus sehat, fresh, berenergi dan perform in your “long” career, coba perhatikan faktor-faktor ini dalam kehidupan anda:
a) Enthousiasm
b) Emotional Intelligence
c) Energy
d) Excellence
e) Edge

Because remember, in your life, you are not running a sprint, you are running a long marathon!

 

 

Salam Hangat

Pambudi Sunarsihanto

Kategori: Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *