Sebut saja Namanya Anais, seorang Director HR di sebuah perusahaan besar di negeri ini. Malam itu Anais menjadi tuan rumah pada saat kami bertemu dengan sesama praktisi bisnis, di lantai 46 sebuah gedung di Jalan Thamrin. Kami sedang berdiskusi tentang bagaimana mempersiap bisnis kami, team kami dan diri kami menghadapi masa depan pada era disruption ini.

Jelas, bisnis di masa depan akan berubah, dengan perilaku konsumen yang berubah, peta kompetisi yang berubah, regulasi yang berubah, semuanya akan berubah. Maka kita harus mempersiapkan diri agar kita mampu bertahan di perubahan yang akan terjadi. Banyak teller kehilangan pekerjaan karena digitalisasi, banyak lulusan perminyakan tidak mendapatkan pekerjaan pada saat oil crisis, banyak pekerjaan yang akan digantikan oleh mesin atau computer . Intinya adalah bagaimana kita mempersiapkan diri dengan mempelajari sesuatu yang baru yang akan menambah differentiator kita, meningkatkan port-folio kita dan mempersiapkan kita pada era disruption itu.

Sahabat saya adalah sarjana Teknik Industri yang mempelajari IT security, saya adalah IT engineer yang mempelajari HR, dan seorang teman saya lagi adalah seorang dokter yang bekerja di marketing!
Itu adalah contoh-contoh bagaimana kita bisa mempersiapkan masa depan. Karena kompetensi anda sekarang mungkin saja tidak relevant di masa depan! Dan itu berlaku bagi individual competence maupun organizational capability!

Sebuah perusahaan harus mampu mengembangkan capability lain di luar capability yang sekarang mereka kuasai. Pada saat Kodak merasa jago memproduksi tinta kimia untuk mencetak foto ternyata konsumen gak lagi mencetak foto, mereka mengupload secara digital. Seharusnya mereka mempelajari ilmu digital sebelum konsumen berubah.

Pada saat sebuah perusahaan jago mengolah suara dan mengirimkan komunikasi telephone dengan menggunakan voice, ternyata sekarang orang tidak lagi menelpon menggunakan suara, mereka lebih banyak menggunakan messaging.Pada saat sebuah perusahaan jago membuat minuman bergula, ternyata sekarang orang sudah sadar kesehatan dan mencari product yang lebih sehat!

Ini semua membuktikan bahwa bagi perusahaan maupun bagi individu, adalah bagaimana kita bersiap-siap untuk mempelajari kompetensi baru , tidak hanya mengandalkan kompetensi yang kita punya!

Kemudian seorang peserta bertanya (sebut saja namanya Ivan), “Pak Pam, bagaimana kita bis memprediksi masa depan agar kita bisa tahu bidang apa yang kita pelajari , agar kita lebih siap di masa depan?”

Pertanyaan Ivan memang keren! Masalahnya, memang siapa sih yang bisa meramalkan masa depan? Mana ada?
You cannot predict the future, otherwise life will be less fun, believe me!
Terus bagaimana dong? Yang anda lakukan adalah mempersiapkan masa depan!
Caranya dengan membiasakan diri untuk mempelajari sesuatu yang baru everytime!
Supaya , lain kali, pada saat kita harus mempelajari sesuatu yang baru, kita sudah terbiasa untuk “learning something new”!
Agar otak kita masih terbiasa untuk belajar, setiap hari!

Untuk itu saya akan merekomendasikan lima langkah di bawah ini:

a) LEARN SOMETHING NEW

Belajarlah bidang kompetensi baru, hobby baru, cabang seni atau olahraga baru, bahasa asing baru atau apapun!
Ini akan membuat otak kita terstimulasi untuk memiliki kemampuan belajar!
Saya sedang belajar memasak, anak saya pertama sedang belajar finance (meskipun majornya Teknik Kimia), anak saya kedua belajar berkuda di Sentul, ….etc …etc
What do you learn today?
Bagaimana anda mengasah otak anda untuk selalu siap
belajar hal baru.

b) GENERATE ALTERNATIVES

Waktu kecil saya bermain catur. Seorang pemain catur yang baik harus mempertimbangkan minimal 4 alrernative sebelum dia menentukan langkah berikutnya.
Apakah anda melakukan hal itu dalam kehidupan dan pekerjaan anda?
Jangan jangan anda malas berpikir dan melakukan hal yang sama terus, berulang-ulang, setiap hari!

c) DON’T BE DEFENSIVE

Kalau kita salah atau gagal, jangan cari alasan (dont be defensive). Akui saja pada diri anda sendiri bahwa anda memang seharusnye mencapai yang lebih baik dari itu.
Evaluasi, apa yang sudah anda lakukan dengan baik, dan apa saja yang masih bisa anda perbaiki lagi. Fokuslah pada apa yang masih bisa diperbaiki!

d) ADD VARIETY TO YOUR ROUTINE

Apa yang anda lakukan setiap hari, apakah rutinitas anda? Coba tambahkan satu hal dalam rutinitas, saya menamakannya “sisipan”. Bisa 5 menit, bisa 15 menit, bisa 30 menit.
Cari aktifitas yang menstimulasi otak anda. Teka-teki silang, Murder Mystery Game, Main Catur dengan komputer, menggambar, meringkas apa yang anda pelajari hari itu …
Break the rotine!
Add something new in your life, everyday!

e) CHALLENGE YOUSELF

Set new target. Set new objectives!
Apa yang biasanya anda capai?
Tantang diri anda sendiri.
Tambah target anda, atau bikin target baru.
Ini akan merangsang otak anda untuk berpikir keras untuk mencari alternative solusi baru!

Jadi , ingat ya, untuk mempersiapkan anda di masa depan ….build your learning agility by doing these 5 steps …
a) LEARN SOMETHING NEW
b) GENERATE ALTERNATIVES
c) DON’T BE DEFENSIVE
d) ADD VARIETY TO YOUR ROUTINE
e) CHALLENGE YOUSELF

 

Salam Hangat

Pambudi Sunarsihanto

Kategori: Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *